Universitas Gadjah Mada UM.UGM

. .


Apa itu Pendidikan Vokasi?

Pendidikan Vokasi adalah salah satu pilar pendidikan yang tertera dalam amanah UU No 12 tahun 2012 di samping pendidikan akademik dan profesi. Di era perkembangan dunia kerja berbasis industri, Pendidikan Vokasi menjadi kunci kemajuan bangsa. Di negara maju seperti Jepang, China, Jerman, Belanda, dan sebagainya, pendidikan vokasi bersinergi dengan industri sehingga negara-negara tersebut menjadi maju dan memimpin dunia.

Pendidikan Vokasi berbeda dengan pendidikan akademik, karena pendidikan vokasi mengedepankan keterampilan yang terlatih agar anak bangsa menguasai keterampilan dengan dilandasi kemampuan berfikir untuk menyongsong keunggulan Indonesia dalam kompetisi global.

Pembelajaran pendidikan vokasi mengarahkan peserta didik untuk memiliki keterampilan/keahlian pada bidang spesifik, sehingga menitikberatkan pada kegiatan Praktik 60 – 70% dan teori 30 – 40%. Proses pembelajaran praktik dengan berbasis lab lapangan, workshop, studio, dan studi kasus membentuk mahasiswa Sekolah Vokasi UGM sebagai problem solver.


Apakah itu Sekolah Vokasi UGM?

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) adalah pendidikan vokasi seperti politeknik, yang berada di dalam tata kelola Universitas Gadjah Mada (UGM). Sekolah Vokasi UGM memiliki keunggulan dibandingkan pendidikan vokasi yang lainnya, dimana visi dan misi UGM memberikan karakter pada sistem pembelajaran SV UGM dengan mekanisme sistem penjaminan mutu internal yang berkualitas, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang dibutuhkan baik oleh masyarakat dan industri.

Sekolah Vokasi UGM saat ini melakukan transformasi dengan mengelola Sarjana Terapan baik di bidang sains dan teknologi (Teknologi Rekayasa Mesin, Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknologi Rekayasa Internet, Teknologi Rekayasa Elektro, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil, Manajemen Informasi Kesehatan) dan bidang sosial humaniora (Manajemen dan Penilaian Properti, Perbankan, Akuntansi Sektor Publik, Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi) serta program studi yang lain yang akan dikembangkan kemudian.


Siapakah mitra Sekolah Vokasi UGM?

Posisi strategis dan potensi SV UGM telah banyak menarik mitra kerja sama, baik dari dalam maupun luar negeri. Kemitraan SV UGM berlandaskan pada asas tridarma meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.  Mitra kerja sama SV UGM meliputi pemerintah dan industri (PT. Hexindo Adiperkasa, Hitachi, Suzuki, Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, Adhi Karya, SANYO, PT. PLN persero, Microsoft, SMC Pneumatics, Microtic, SISCO, NOKIA, Creacle Game Studio, ProEngineering, Bank pemerintah dan swasta).

Dalam rangka pengembangan SV UGM, juga menjalin kemitraan dengan institusi di luar negeri baik untuk penelitian, pertukaran mahasiswa, serta studi lanjut bagi mahasiswa SV UGM. Mitra institusi luar negeri berasal dari beberapa negara, di antaranya Jepang (National Institute of Technology, Akashi College, National Institute of Technology, Tsuruoka College, 9 National Colleges of Technology (Kyushu-Okinawa Region), National Institute of Technology, Ibaraki College, National Institute of Technology, Oyama College, Center for International Programs Fukuoka University, Nikisae & Toolstar); Amerika (VIA); Korea (Hanyang Cyber University, Woosuk University, Jeonju Volunteer Center, International Trade and Law Institute, Cyber Hankuk University of Foreign Studies, Kyungnam University, Changwon National University, Gyeongsang National University, Gangneung-Wonju National University, Pacific Asia Society); Taiwan(Office of International Affairs of Cheng Shiu University, Lunghwa University of Science and Technology, International College Asia University); China (Chengdu Textile College, Tongren Polytechnic, Yellow River Conservancy Technical Institute, School of International Education, Zhengzhou University,  Tongren University, Guizhou Radio & TV University)Thailand (Phetchaburi College of Agriculture and Technology), Malaysia (Kolej Universiti Islam Melaka), dan beberapa negara maju lainnya.

Sistem Pembelajaran berbasis Teaching Industry

Teaching Industry merupakan konsep pengembangan dan peningkatan pendidikan vokasi di UGM untuk mewujudkan sinergi dunia pendidikan dengan Dunia Usaha & Dunia Industri (DUDI). Teaching Industry mengasah kompetensi dan kreativitas mahasiswa. Outcome yang diharapkan dalam pembelajaran SV UGM yakni, tercipta prototype product yang berpotensi untuk paten, produk beregistrasi, publikasi riset terapan, dan hilirisasi produk inovasi ke pasar global baik dalam bentuk komersial maupun pengabdian masyarakat.

Saat ini, Sekolah Vokasi UGM dalam proses membangun Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) 7 lantai sebagai Pusat Hilirisasi Riset Kolaboratif untuk penelitian antara fakultas dengan pusat studi di UGM maupun mitra industri untuk mengembangkan hasil riset dan aplikasinya. Sekolah Vokasi UGM juga sedang dalam proses membangun Gedung Field Research Center (FRC). Gedung ini akan menjadi unit pengolahan dan pengujian hasil/produk penelitian serta sebagai sarana peningkatan peran warga sekitar dalam hilirisasi dan pengembangan produk.

Informasi lebih lanjut mengenai Sekolah Vokasi dapat dilihat di sv.ugm.ac.id.


Update terakhir : 2 Mei 2019 22:34:59 WIB